LAPORAN KEGIATAN : Forum Diskusi Komunitas Daerah Jakarta, Dramaga, Setiabudi, dan Yogyakarta

Sumber: Dokumentasi Pribadi KA Yogyakarta

 



LAPORAN KEGIATAN 
Forum Diskusi Komunitas Daerah : Jakarta, Dramaga, Setiabudi, Yogyakarta

Yogyakarta, 24 Juli 2021

 

(Yogyakarta, Indonesia) - Sejak awal dimulainya pengajaran batch 4, delapan Komunitas daerah dari Kakak Asuh secara intens dan interaktif mengadakan kegiatan forum diskusi. Forum diskusi sendiri merupakan sebuah kegiatan yang dirancang oleh divisi Research and Development untuk kemudian diaplikasikan oleh divisi Penkom sebagai ruang diskusi, yang dapat dimanfaatkan oleh segenap anggota kakak asuh untuk saling bertukar pikiran, menciptakan suatu peluang, hingg menumbuhkan kreatifitas dengan membahas secara bersama-sama terkait isu-isu pendidikan. Beragam tema yang dibawakan serta alur diskusi yang menarik, menjadikan forum diskusi sebagai kegiatan yang selalu ditunggu-tunggu serta menjadi perhatian oleh seluruh anggota Kakak Asuh. Sebagaimana forum diskusi yang dilakukan oleh Kakak Asuh Jakarta pada 30 Mei 2021 lalu.

Kakak Asuh Jakarta berpendapat bahwa tantangan memang selalu hadir dalam dunia pendidikan, terlebih saat pandemi seperti sekarang. Hampir semua kegiatan belajar dan mengajar dilakukan secara daring demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Tenaga pengajar pun dituntut untuk berfikir kreatif dan inovatif dalam memberikan pembelajaran melalui daring. Sehingga nantinya murid tidak jenuh saat pembelajaran berlangsung dan dapat memahami apa yang disampaikan. Namun, dalam beberapa kasus, tidak sedikit murid yang kurang memahami materi yang disampaikan melalui daring. Maka dari itu, untuk menjawab keresahan-keresahan pengajaran selama pandemi, Kakak Asuh Jakarta dalam Forum Diskusi Ke-2 mengangkat topik "Peran Guru dalam Proses Pembelajaran dan Pengembangan Diri Siswa". Forum diskusi ini dilaksanakan pada Minggu, 30 Mei 2021 Pukul 15.00 sampai 17.00 WIB dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang melalui Zoom Meeting. Dalam forum diskusi ini turut hadir Kak Hanifah Alya Farhani dari Universitas Negeri Jakarta dengan program studi Pendidikan PAUD sebagai narasumber. 

Sesi pertama forum diskusi dimulai dengan moderator yang memaparkan mengenai pentingnya pendidikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005, terlebih bagi anak usia dini. Dalam diskusi ini juga dipaparkan berbagai keluh kesah dalam pembelajaran, tantangan apa saja yang dihadapi, serta didiskusikan juga solusi untuk berbagai masalah tersebut. Sesi selanjutnya Kak Hanifah juga turut menyampaikan kesulitannya dalam mempraktekkan apa yang dipelajari karena pandemi masih berlangsung. Tetapi, Kak Hanifah tak menyerah, dia memulai dari membantu adik atau saudara-saudaranya yang bertanya mengenai pelajaran yang kurang dimengerti via WhatsApp. Beberapa anggota Kakak Asuh Jakarta juga turut menanggapi hal tersebut. Kemudian pada sesi berikutnya, anggota Kakak Asuh Jakarta mulai menyampaikan keresahannya mengenai pembelajaran melalui daring dan meminta bantuan untuk mencari solusi akan hal tersebut. Diskusi pun mengalir hingga menemukan beberapa solusi. Forum diskusi pun ditutup dengan moderator yang menambahkan sedikit mengenai topik yang diangkat pada malam itu. 

 

Sama halnya dengan Kakak Asuh Jakarta, teman-teman dari Kakak Asuh Dramaga turut mengadakan forum diskusi 3 sebagai ruang diskusi pada Sabtu, 27 Maret 2021 pukul 13.00-14.45 WIB. Forum diskusi ini mengangkat topik mengenai “Peningkatan Angka pernikahan Dini di Masa Pandemi” dan dibuka oleh 2 orang MC. Dengan sistem leaderless group discussion, seluruh anggota Kakak Asuh Dramaga Batch 4 yang dihadiri oleh 15 orang dibagi menjadi 2 kelompok kecil yang di dalamnya berisi anggota-anggota dari berbagai macam divisi yang ada yang ditentukan secara acak untuk bergabung dengan kelompok. Dengan menggunakan fitur breakout room dari Zoom Meeting, tiap kelompok diminta berdiskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan diskusi yang sebelumnya telah diajukan oleh moderator. Pertanyaan berjumlah 4 soal yang terdiri dari soal mengenai pendapat mereka tentang “pernikahan dini”. Setelah 30 menit berdiskusi, setiap kelompok diminta kembali ke main room dan mempresentasikan hasil diskusinya pada kelompok lain. Presentasi dari tiap kelompok dilakukan masing-masing 5 menit. Setelah penyampaian presentasi, dilakukan tanya jawab selama 10 menit antara kedua kelompok. Kemudian, akhir dari diskusi ini ditutup oleh moderator dan MC yang menyampaikan kesimpulannya.

Masih berbicara mengenai forum diskusi, Setiabudi tidak mau ketinggalan nih tentunya! Pada Jumat, 28 Mei 2021 pukul 19.15 – 21.30 WIB, divisi Penkom Kakak Asuh Setiabudi mengadakan forum diskusi 2 dengan mengangkat topik mengenai “Generasi Z”. Dengan diawali oleh pembukaan MC kemudian penjelasan singkat mengenai generasi Z dan karakter dari generasi Z secara umum kemudian para peserta dibagi secara acak ke dalam 3 kelompok kecil. Forum diskusi ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom Meeting kemudian 3 kelompok kecil tersebut dibagi dengan fitur Breakout Room. 3 kelompok tersebut diberikan 3 topik yang berbeda namun masih berkaitan dengan generasi Z.

 Kelompok pertama membahas tentang bagaimana seharusnya sistem pendidikan yang tepat bagi generasi Z di masa sekarang, lalu pada kelompok kedua membahas mengenai bagaimana jenis pekerjaan yang akan disukai oleh generasi Z dan bagaimana generasi Z ketika masuk ke dalam dunia kerja dan kelompok yang terakhir membahas tentang bagaimana generasi Z mengambil peranan dalam masyarakat dalam menghadapi digitalitas yang semakin berkembang dari waktu ke waktu. Setiap kelompok diberikan waktu berdiskusi selama 30 menit kemudian kembali ke Main Room. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya pada kelompok lain dan 2 kelompok lainnya diminta untuk memberikan tanggapan terhadap pemaparan dari hasil diskusi kelompok tersebut. Setelah seluruh kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan memberikan tanggapan, MC memberikan kesimpulan dari keseluruhan forum diskusi dan menutup forum diskusi tersebut.

Sementara itu, pada Rabu, 2 Juni 2021 pukul 19.00 – 20.00 WIB, dalam rangka meningkatkan kesadaran mengenai keadaan pendidikan di Indonesia dan diskusi rutin. Kakak Asuh Yogyakarta mengadakan forum diskusi 4.0 dengan tema Mimpi dan Harapan Indonesia di Setiap Hari Pendidikannya. Forum diskusi dilaksanakan dengan jumlah 37 peserta melalui aplikasi Zoom Meeting. Forum diskusi merupakan wadah bagi Kakak Asuh Yogyakarta melakukan diskusi, bertukar pikiran, dan mengeratkan hubungan antaranggota. Pada forum diskusi 4.0, dilaksanakan dengan konsep rapat kerja kabinet, sehingga terdapat posisi sebagai presiden dan menteri. Oleh sebab itu, tidak terdapat narasumber.

            Sebelum melaksanakan, terdapat kegiatan yang mendukung pelaksanaan forum diskusi, yaitu pembagian kelompok, pembagian peran, dan modul forum diskusi. Hal tersebut dilakukan pada 26 Mei 2021 melalui grup Line Kakak Asuh Yogyakarta. Kelompok dibagi menjadi 8 dengan nama sesuai kabinet pemerintahan indonesia, yaitu kelompok kabinet Indonesia maju, kabinet Indonesia kerja, kabinet Indonesia bersatu II, kabinet Indonesia bersatu I, kabinet persatuan nasional, kabinet pembangunan I, kabinet perjuangan kemerdekaan, kabinet pembangunan II. Selain itu, dibagian modul pelaksanaan diskusi yang mendukung pelaksanaan forum diskusi, yaitu petunjuk umum teknis kegiatan. Dalam setiap kelompok terdapat presiden sebagai ketua kelompok dan menteri sebagai anggota, yaitu menteri sosial, menteri pendidikan, menteri kesehatan, menter pemuda dan olahraga, dan menteri agama. Pada modul forum diskusi, terdapat materi mengenai tupoksi dari setiap menteri, harapan pendidikan Indonesia di hari pendidikan 2018 – 2021, dan kebijakan kementerian yang disebutkan. Hal tersebut menjadi bahan bacaan bagi peserta, sehingga lebih memahami peran sebagai menteri di forum diskusi.

            Pada pelaksanaan terdapat 2, yaitu sesi main room dan breakout room. Sesi main room dilaksanakan dua kali. Pada sesi main room pertama, peserta disambut oleh pewara, mengisi pre-test sebagai presensi, menyaksikan tayangan sebagai pemantik diskusi, dan penjelasan mengenai mekanisme forum diskusi selama 25 menit. Setelah itu, presiden dan menteri menjalani sesi breakout room sesuai dengan kelompoknya. Pada sesi tersebut, presiden bertugas sebagai pemimpin rapat kerja kabinet dan menteri bertugas menyampaikan ide dan gagasan sesuai bidangnya terkait isu pendidikan selama 40 menit. Setelah melaksanakan rapat kerja kabinet, peserta forum diskusi kembali ke main room. Pada sesi main room kedua, peserta kembali menyaksikan tayangan, setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi, mengisi post-test, dan penutup oleh pewara.

 Melalui forum diskusi, terdapat beberapa gagasan dari peserta, yaitu urgensi pendidikan Indonesia saat ini adalah tenaga didik terbagi secara tidak merata, pengembangan pendidikan sesuai bidangnya, standarisasi fasilitas sekolah, menciptakan lingkungan ramah disabilitas, dan pemulihan pendidikan pasca pandemi. Selain itu, forum diskusi berjalan lebih apabila peserta lebih siap mengenai tema diskusi, mengaktifkan kamera selama kegiatan, dan pandangan sama antara presiden dan menteri dari tiap kelompok.

Berdasarkan kegiatan forum diskusi yang telah dilakukan oleh empat dari delapan komunitas daerah Kakak Asuh, dapat dikatakan bahwa forum diskusi menjadi salah satu aktivitas yang selalu memberikan insight baru bagi para anggota Kakak Asuh, terutama dalam meningkatkan ketajaman pemikiran terkait isu pendidikan. Sehingga diharapkan, melalui berbagai kegiatan forum diskusi yang telah dilakukan, segenap anggota Kakak Asuh mampu memahami, serta mengimplementasikan berbagai ilmu yang di dapatkan melalui proses pengajaran hingga proses berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment